all you can read..!

ferdi vebby aza

fimmtudagur, mars 29, 2007

April Mop - Hari Pembantaian Umat Islam Spanyol






April Mop

Pada tanggal 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.


Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orang tua, saudara, atau sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop.

Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.

Tahukah anda, bahwa perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan Huh

April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dibebaskan Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur.

Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan.
Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal.
Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan.
Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim Granadayang masih bersembunyi di rumah-rumah.

Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granadadan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granadakeluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka.

Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day).
Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan April Mop sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April itu Huh
Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita semua. Amin.

fimmtudagur, mars 23, 2006

Drilling fluids



Description
TECHNICAL FIELD

This invention relates to drilling fluids, and, more particularly, to drilling fluids comprising a polyether amine, a polyether amine derivative, or blends thereof.

BACKGROUND OF THE INVENTION

A drilling fluid used in the rotary drilling of subterranean wells is expected to perform many functions. For example, the drilling fluid needs to carry cuttings from beneath the drill bit up the annulus, thereby allowing their separation at the surface. At the same time, the drilling fluid is also expected to cool and clean the drill bit, reduce friction between the drill string and the sides of the hole, and maintain stability in the bore hole's uncased sections. The drilling fluid is also expected to form a filter that seals openings in the formations penetrated by the bit so as to reduce the unwanted influx of formation fluids from permeable rocks. In addition, in drilling subterranean wells, formation solids often become dispersed in the drilling fluid. These formation solids typically comprise the cuttings produced by the drill bit's action and the solids produced by the bore hole's instability. The presence of either type of formation solids in the drilling fluid can greatly increase drilling time and costs, especially if the formation solids are clay minerals that swell. The overall increase in bulk volume accompanying clay swelling impedes removal of cuttings from beneath the drill bit, increases friction between the drill string and the sides of the bore hole, inhibits formation of the thin filter that seals formations, and causes loss of circulation or stuck pipe. Accordingly, another function of the drilling fluid is to reduce the adverse effects of formation solids, particularly clay minerals that swell. The clay minerals that are encountered in the drilling of subterranean wells are generally crystalline in nature, with a flaky, mica-type structure. The "flakes" of the clay are made up of a number of crystal platelets stacked face-to-face. Each platelet is called a unit layer, and the surfaces of the unit layer are called basal surfaces. A unit layer is composed of multiple sheets. One type of sheet, the octahedral sheet, is composed of either aluminum or magnesium atoms octahedrally coordinated with the oxygen atoms of hydroxyls. Another type of sheet, the tetrahedral sheet, consists of silicon atoms tetrahedrally coordinated with oxygen atoms. Sheets within a unit layer link together by sharing oxygen atoms. When this linking occurs between one octahedral and one tetrahedral sheet, one basal surface consists of exposed oxygen atoms while the other basal surface has exposed hydroxyls. Alternatively, two tetrahedral sheets may bond with one octahedral sheet by sharing oxygen atoms. The resulting structure, known as the Hoffman structure, has an octahedral sheet that is sandwiched between the two tetrahedral sheets. As a result, both basal surfaces in a Hoffman structure are composed of exposed oxygen atoms. The individual unit layers of the clay are stacked together face-to-face, and are held in place by weak attractive forces. The distance between corresponding planes in adjacent unit layers is called the c-spacing. In clay mineral crystals, atoms having different valences commonly will be positioned within the sheets of the structure to create a negative potential at the crystal surface. When the clay crystal is suspended in water, a cation may be adsorbed on the surface, and these absorbed cations, often called exchangeable cations, may chemically trade places with other cations. In addition, ions may also be adsorbed on the clay crystal edges and exchange with other ions in the water. The type of substitutions occurring within the clay crystal structure and the exchangeable cations adsorbed on the crystal surface greatly affect clay swelling. Clay swelling is a phenomenon in which water molecules surround a clay crystal structure and position themselves to increase the structure's c-spacing, which causes an increase in the volume of the clay. Two types of swelling may occur, either surface hydration or osmotic. Only certain clays, such as sodium montmorillonite, exhibit osmotic swelling, whereas all clays exhibit surface hydration swelling. Surface hydration swelling involves the hydrogen bonding of water molecules to the oxygen atoms exposed on the crystal surface, which results in layers of water molecules aligning to form a quasi-crystalline structure between the unit, thereby increasing the c-spacing. In osmotic swelling, if the concentration of cations between unit layers in a clay mineral is higher than the cation concentration in the surrounding water, water will be osmotically drawn between the unit layers, thereby increasing the c-spacing. Osmotic swelling typically causes the clay to swell more than surface hydration. Exchangeable cations found in clay minerals are reported to have a significant impact on the amount of swelling that takes place. The exchangeable cations compete with water molecules for the available reactive sites in the clay structure. Generally, cations with high valences are more strongly adsorbed than cations with low valences. Thus, clays with low valence exchangeable cations will swell more than clays whose exchangeable cations have high valences. In the North Sea and the United States Gulf Coast, drillers commonly encounter argillaceous sediments in which the predominant clay mineral is sodium montmorillonite (commonly called "gumbo clay"). Sodium cations are predominately the exchangeable cations in gumbo clay. Because the sodium cation has a low positive valence (+1 valence) it easily disperses into water. Consequently, gumbo clay is notorious for its swelling. Thus, given the frequency in which gumbo clay is encountered in drilling subterranean wells, the development of a substance and method for reducing clay swelling is of primary importance in the drilling industry. One commonly employed method to reduce clay swelling is the addition of salts to the drilling fluids. However, salts flocculate the clays, which causes both high fluid losses and an almost complete loss of thixotropy. Further, increasing salinity often decreases the functional characteristics of drilling fluid. Accordingly, there is a long felt need for a drilling fluid additive that acts to control clay swelling in drilled formations without adversely effecting the properties of drilling fluids; a drilling fluid that contains such drilling fluid additive; and a method of reducing clay swelling in a drilled formation. The present invention is directed towards meeting these needs.